Kamis, April 22, 2010

Indahnya Kebersamaan

Pertengahan April 2010 barangkali menjadi hari-hari yang sangat menyibukkan, melelahan dan menguras tenaga istriku. Betapa tidak? Pada hari-hari itu istriku tercinta harus menyusun Portofolio Sertifikasi Guru. Sebuah pekerjaan yang sudah menjadi "rahasia umum" di kalangan guru, sebagai pekerjaan yang membutuhkan stamina yang prima dan daya juang yang tebal.

Belum lagi "kesalahan teknis" kecil yang membuat dindaku sayang agak sedikit "patah arang". Ketika tahun 2008, untuk persiapan dan jaga-jaga apabila dipanggil sebagai peserta Sertifikasi jalur Portofolio, istriku telah memfotocopy beberapa lembar Sertifikat Diklat dan Seminar. Entah kenapa, semua berkas Sertifikat Diklat dan Seminar yang telah difotocopy itu hilang tiada tahu rimbanya. Padahal nilai Selembar Sertifikat Diklat agak lumayan untuk tambah-tambah nilai. Inilah yang saya sebut kesalahan kecil.

Kesalahan yang membuat Istriku "agak ogah-ogahan" menyusun Portofolio karena dalam pikirannya "Pasti aku tidak akan lulus". Sejak hari pertama penyusunan, sebenarnya saya sudah merasakan ketidak beresan ini. Namun dengan sedikit dorongan dan motivasi, akhirnya istriku mau menyusun Portofolio dengan penuh semangat. Bahkan sangat semangat! Tidur pukul 02.00 dinihari adalah hal yang sangat sering dia lakukan untuk mengear target pengumpulan Portofolio.

Alhamdulillah, mungkin Alloh merasa kasihan melihat hamba-NYA begitu keras berusaha, sehingga berkenan memberikan karunia dan anugerah-NYA. Tepat hari ke-3 penyusunan Portofolio, berkas yang "hilang" tiba-tiba ketemu. Hal itu membuat istriku semakin bersemangat "memelototi" layar Laptop. Saya sampai terheran-heran dengan semangat yang dia punyai. Kadang, sambil duduk terkantuk-kantuk di kursi, saya pandangi wajah wanita yang telah menghujamkan cintanya padaku. Seakan-akan di wajahnya tiada tergores sedikitpun rasa lelah. Jemarinya yang mungil, terus saja menari-nari di papan tuts keyboard Laptop. Sesekali teh panas sengaja kuhidangkan untuk pengusir rasa kantuk. Atau kadang kupijit mesra tubuhnya yang tetap tegar menghadapi meja kecil, di samping hamparan kertas-kertas fotocopian Sertifikat/piagam.

Sungguh, saat-saat seperti itu saya rasakan sebuah kedekatan yang tiada tara. Memang benar kata para ahli, bahwa "Cinta idak selamanya harus dibangun dengan sentuhan fisik, perhatian kecil yang kita berikan kadangkala lebih besar harganya". Dengan kesadaran itulah, tanpa sepengetahuan dirinya, ketika dia telah terlelap dalam tidur lelahnya, kupandangi wajah teduhnya, sambil kupanjatkan doa lirih .....
"Ya Alloh, istriku saat ini sedang berjuang menggapai nasibnya yang lebih baik, berilah dia kekuatan, sehatkan badannya dan lancarkanlah urusannya, dan dekatkan cinta kami sedekat cinta Kekasih-MU, Nabiyyulloh Muhammad dengan Bunda Siti Khatijah. Ya Alloh, sungguh aku bukanlah suami yang baik bagi dirinya, namun dengan doa kecil ini, jadikan keluarga kami keluarga yang terbaik bagi putra-putri kami....."

Kamis, April 08, 2010

Menanti dengan harap-harap cemas turunnya Tunjangan Profesi

Bulan Maret telah berlalu, dan pintu bulan April 2010 telah terbuka menyambut Sang Mentari. Bulan Maret beberapa bulan yang lalu merupakan bulan yang sangat dinanti-nantikan oleh Kelompok Pengusul Tunjangan Sertifikasi Kolektif. Menurut informasi pada yang saya terma pada bulan Januari 2010, kemungkinan SK dari Dirjen akan selesai Bulan Maret 2010. Maka dari itu bulan Maret menjadi bulan yang sangat ditunggu-tunggu. Namun sampai sekarang ternyata belum ada beritanya. Dilandasi dengan rasa kegelisahan dan didorong oleh pertanyaan teman-teman, maka pada hari Kamis, 8 April 2010 saya melalukan Percakapan udara (chatting) dengan salah satu Pegawai Ditpropen, Direktorat PMPTK dan inilah hasil chatting tersebut.

Chatting-ku dengan Ibu Yuyun, Ditpropen PMPTK
Kementrian Pendidikan Nasional
Pada hari Kamis, 8 April 2010 pukul 12.30 – 12.47

un_pramono : Selamat siang Bu Yuyun
maniezs_maniezs : siang pak
un_pramono : Bolehkah saya bertanya. Saya koordinator Pengusulan/Pemberkasan Sertifikasi Jalur Pendidikan dari Univ. Sanata Yogyakarta, yg lulus tahun 2009.
un_pramono : Berkas Usulan telah kami kirimkan ke Ditpropen PMPTK tgl 21 Desember 2009. Kira2 SKnya jadinya kapan ya Bu?
maniezs_maniezs : yg jalur pendidik sampai sekarang msh dientry pak...yg agak memakan wkt adl pembuatan NRG nya..dan kita tidak boleh menginformasikan apapun mengenai kpn akan kirim kapan cair atau apapun..krn dari kementerian keuangannya masih belum ada informasi
maniezs_maniezs : jadi jika kita menginformasikan sk sudah jadi misalnya..maka guru2 sudah pasti akan resah
maniezs_maniezs : kita juga disni sedang menunggu instruksi pak
Pesan terakhir diterima pada 4/8/2010 pukul 12:40 PM
un_pramono : Terima kasih Bu Yuyun atas penjelasannya, kami jg dpt memahami. Kami pun jg yakin Ditpropen PMPTK telah bekerja dgn sangat keras memperjuangkan kami. Terima kasih sekali lagi Bu. Saya undur diri dulu. Selamat siang.

Minggu, Maret 07, 2010

Penerimaan Siswa Baru SD N Wonosari 1 Tahun Pelajaran 2010/2011

A PENDAFTARAN CALON SISWA BARU
1. Pendaftaran siswa baru dilaksanakan pada tanggal 17 s.d 20 Maret 2010. Jam 08.00 s.d 12.00.
2. Persyaratan pendaftaran siswa baru :
a. Mengisi Formulir Pendaftaran yang telah disediakan
b. Mengisi surat pernyatan kesanggupan orang tua membayar pungutan untuk menutupi kekurangan biaya atas standar pembiayaan pendidikan kecuali bagi peserta didik dari orang tua tidak mampu, diganti dengan Surat Keterangan tidak mampu dari Pemerintah Desa.
c. Foto copy akte kelahiran 2 lembar.
d. Foto copy sertifikat prestasi lomba atau penghargaan lainya (bila ada), masing- masing 2 lembar.
e. Foto hitam putih ukuran 3 x 4 sebanyak 3 lembar.
f. Foto copy rapor TK 2 lembar.
g. Cek data kesehatan siswa
h. Membayar biaya tes Rp 75.000 ( Tujuh puluh lima ribu rupiah )
B TES / SELEKSI :
1. Tes seleksi penerimaan siswa baru meliputi Tes Intelegensi, minat dan bakat , Tes Potensi akademis.
2. Jadwal pelaksanaan tes sebagai berikut :
NO Hari, TGL MATERI TES WAKTU

1 26 Maret 2010. Tes Potensi akademik 08.00-09.30
2 27 Maret 2010 Tes Intlegensi , Bakat dan Minat 08.00 s.d Selesai.
Jadwal dapat berubah dengan pemberitahuan 3 hari sebelumnya.

3. Selain tes tersebut juga dilakukan wawancara dengan calon orang tua siswa terkait dengan pelaksanaan pelaksanaan Program RSBI.
C. PENGUMUMAN DAN PENDAFTARAN KEMBALI.
1. Pengumuman penerimaan siswa baru pada tanggal 5 April 2010.
2. Pendaftaran kembali siswa baru yang dinyatakan diterima tanggal 6 dan 7 April 2010
3. Syarat pendaftaran kembali siswa yang diterima sebagai berikut :
a. Mengisi surat pernyataan pendidikan agama yang dianut siswa.
b. Menanda-tangani persetujuan tata tertib siswa.
4. Jumlah siswa yang diterima 84 siswa atau 3 rombonmgan belajar.
D. LAIN- LAIN
1. Siswa yang dinyatakan diterima sampai batas akhir tidak mendaftar kembali dinyatakan mengundurkan diri.
2. Hal- hal lain yang belum diatur dalam ketentuan ini akan diatur kemudian sesuai dengan kebutuhan.

*Untuk info lebih lengkap hubungi:
Panitia PSB SD N Wonosari 1 cs: (0274) 391746, atau website : http://sdn1-wonosari.sch.id

Senin, Maret 01, 2010

Saat-saat Indah Bersama ....

Hari Sabtu - Minggu, 27-28 Februari 2010 barangkali menjadi saat yang paling indah bagi kami sekeluarga. Betapa tidak? Hari itu, kami sekeluarga dapat berkumpul dalam suasana yang full, total dan menyenangkan.
Hari itu kami larut bersama dalam kebahagiaan, keceriaan dan hangat sekaligus penuh maanfaat bagi kami sekeluarga.

Hari Sabtu pagi, kami berangkat menuju Surakarta atau yang lebih dikenal dengan "SOLO". Sengaja kami bangun pagi, kemudian dengan penuh kegembiraan, kami sekeluarga menembus dinginya udara pagi, sambil menikmati sejuknya kabut pagi yang masih menyelimuti sepanjang perjalanan Karangmojo-Semin. Di tengah perjalanan, sebelum sampai di Kecamatan Semin, kami pun berhenti di sebuah gubuk sederhana untuk makan pagi, bekal yang kami bawa.
Ya! Makan pagi bersama di sebuah gubuk sederhana, betapa nikmat dan indahnya. Apalagi melihat si kecil makan dengan lahap, bahkam "menyikat" habis makanannya. Duh betapa bahagianya. Setelah usai makan pagi kamipun melanjutkan perjalanan menuju Solo melalui jalur Semin-Sukoharjo-Solo.

Alhamdulillah perjalanannya sangat lancar, sampai di Solo pukul 08.30. Kami pun meluncur ke Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS). Ya, kami sekelurga memang mengantar istri/umi kami tercinta untuk mengikuti Seminar Nasional Pembelajaran Berbasis ICT, yang dilaksanakan di kampus tersebut. Selesai mengantar, kami bertiga meluncur mencari hotel tempat menginap.

Ada hal yang menarik ketika berburu hotel ini. Karena pertimbangan waktu, sengaja saya memilih hotel yang dekat dengan kampus UNS. Hotel yang kami cari pun ketemu. Saya dengan diiringi oleh 2 buah hatiku, dengan menggendong rangsel besar berisi pakaian, bergegas menuju recepsionis untuk menanyakan apakah masih ada kamar. Namun ternyata kami harus menanggung sedikit kecewa karena semua kamar hotel tersebut penuh. Bahkan petugas resepsionis berkata "Pak, biasanya kalau seprti ini, biasanya semua hotel memang penuh". Aku pun dapat memaklumi alasannya, karena saat itu kebetulan hari Jumat adalah libur nasional. Dengan langkah gontai saya bermaksud meninggalkan hotel, mendadak seorang Bapak yang berpakaian rapi dengan ramahnya mendekati kami, dan berkata "Coba bapak jalan saja ke barat, sebelum lampu merah ada hotel, siapa tahu masih ada kamar kosong". Setelah mengucapkan terima kasih, kami pun meninggalkan lobby resepsionis.
Ketika mengambil motor, saya masih sempat melihat ternyata Bapak yang baik hati tadi masih memandangi kami dengan raut wajah yang diselimuti penuh tanda-tanya. Mungkin dalam benaknya beliau saya disangka baru cek-cok dengan istri lalu kabur menginap ke hotel sambil membawa ke-2 anaknya yang masih kecil. Yah... maklum penampilan kami saat itu "sangat tidak masuk kriteria" menjadi tamu sebuah hotel semewah itu.
Pencarian pun saya lanjutkan, memang benar kata Bapak tadi, akhirnya saya mendapatkan sebuah hotel yang sangat tenang, asri dan sesuai dengan kantong kami.
Begitu masuk ke kamar hotel, anakku Arifah langsung berubah peran "menjadi Ibu" yang sangat cekatan, mengatur barang bawaan kami, untuk diletakkan pada tempatnya....

Dan cerita kebahagiaan ini akan saya sambung pada tulisan yang lain .....

Rabu, Desember 30, 2009

Anugerah Konstitusi

Barangkali hal yang paling membahagiakan bagi diri saya, di awal langkah baru di SDN Wonosari I adalah ketika menerima Anugerah dari Mahkamah Konstitusi (MK) yang bertajuk Anugerah Konstitusi Bagi Guru PKn Terbaik Tingkat Nasional tahun 2009. Meski saya maju sebagai Finalis pada kegiatan tersebut masih berstatus sebagai guru di SDN Soka, Wonosari. Ini bisa dimaklumi karena sampai saat ini pun, Surat Keputusan Bupati Gunungkidul tentang mutasi dari SDN Soka ke SDN Wonosari I, belum saya terima, sehingga secara hukum, status kepegawaian saya masih di tempat yang lama (SD Soka).
Penghargaan ini berawal dari Diklat PKn SD Jenjang Dasar yang dilaksanakan oleh PPPPTK PKn/IPS Malang, yang saya ikuti pada tahun 2008. Pada diklat ini alhamdulillah saya masuk peringkat III. Dari sinilah sehingga bulan Oktober 2009, saya mendapat panggilan dari Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK), Depdiknas untuk mengikuti Seleksi Calon Penerima Anugerah KOnstitusi 2009 Bagi Guru PKn Terbaik Tingkat Nasional.
Menurut MKOnline – Bagi Mahkamah Konstitusi (MK), peranan para guru terutama guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) sangat penting dalam upaya memberikan pemahaman dan pendidikan kesadaran berkonstitusi kepada masyarakat melalui pendidikan sejak dini di bangku sekolah. Untuk itu, MK mempersembahkan Anugerah Konstitusi bagi para guru PKn berprestasi dari seluruh Indonesia.
Dalam acara ini, terpilih 18 Guru Pendidikan Kewarganegaraan terbaik dari 45 finalis yang berasal dari seluruh Indonesia untuk menerima Anugerah Konstitusi 2009. Para penerima anugerah tersebut terbagi dalam tiga kategori satuan pendidikan, yakni Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah, (MTs) serta Sekolah Menengarh Atas (SMA/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliyah (MA).
Anugerah Konstitusi 200 bagi Guru PKn tingkat nasional kategori SD/MI diraih oleh Eko Pramono, Winarto, dan Lousiane M. Sementara Anugerah Konstitusi bagi Guru PKn Tingkat Nasional Kategori SMP/MTs berhasil diraih oleh Samsuar Sinaga, Dian S, dan Susi. Sedangkan untuk kategori SMA/SMK/MA, penghargaan jatuh pada Harwanto, Aisyatun, dan Arief Kriswahyudi.
Penghargaan diberikan langsung oleh Ketua MK, Moh. Mahfud MD, dan Wakil Ketua MK, Abdul Mukthie Fadjar, bertepatan dengan Hari Guru Nasional 2009, Rabu (25/11) di gedung MK, Jakarta.
Saat menyampaikan sambutannya, Mahfud menilai peranan guru PKn sangat penting dalam rangka mewujudkan pendidikan sadar berkonstitusi di masyarakat. “Pemberian Anugerah Konstitusi 2009 ini merupakan salah satu wujud perhatian MK kepada para guru PKn,” jelas Mahfud.
Penghargaan ini, lanjut Mahfud, diharapkan dapat mendorong para guru PKn untuk lebih memperdalam wawasan mengenai konstitusi. “Pemahaman tersebut nantinya akan digunakan untuk mendidik para siswa mengenai budaya sadar berkonstitusi,” ujarnya.
Budaya sadar berkonstitusi, menurut Mahfud, bukan hanya sekadar paham mengenai konstitusi tetapi juga melaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. “Oleh karena itu, para guru di sini diharapkan tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik agar para siswa sadar berkonstitusi. Hal itu merupakan modal bagi kelangsungan bangsa jika dilihat dari sisi konstitusi,” tambahnya.
Anugerah Konstitusi 2009 bagi Guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Terbaik Tingkat Nasional yang digelar dalam rangka menyambut Hari Guru Nasional 2009 ini merupakan kerjasama antara MK dengan Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama.

Selasa, Desember 29, 2009

Duhai Istriku ...

Istriku ... Ingin kusentuh dengan lembut wajahmu, karena keharuanku ketika engkau memperlakukan buah hati kita, buah cinta suci kita. Ketika engkau bercanda dengan anak-anak kita, ketika engkau tertawa bersama mereka, ketika engkau memeluk mereka, dalam dadaku bergemuruh rasa syukur yang tiada henti, rasa bahagia yang bagaikan air pegunungan yang sejuk menyiram tubuhku. Aku bersyukur memilikimu duhai istriku, aku bahagia dapat bersanding dengan seorang wanita sempurna seperti dirimu. Wanita bersahaja namun perkasa dalam setiap langkah cinta kita, wanita yang selalu tersenyum pada suaminya, meski aku tahu, guratan kelelahan menyelimuti wajah teduhmu. Duhai istriku ... ketika sang waktu berjalan dengan tergesa-gesa meninggalkan semua yang ada, aku takkan pernah gelisah karena engkau selalu berada di sampingku, membelai, meneduhkan hati dan menjadi teman bercerita yang sangat akrab.
Istriku .... di penghujung tahun ini, bukan bunga mawar yang kupersembahkan padamu, bukan seuntai cincin yang gemerlap di jemarimu, bukan harta benda yang ingin kuberikan. Aku hanya ingin memberikan cinta dan hati ini seutuhmu untukmu, wahai istriku, wanita sempurna yang telah menjadi bagain hidupku.
AKU MENCINTAIMU DIK UNUK, dengan cinta yang semurna, cinta takkan pernah terampas oleh siapapun ..
Dik, ingin kubisikkan sekali lagi : AKU MENCINTAIMU, I LOVE YOU, ANYMORE AND ANYTIME.

Cinta itu semakin kuat

Dik... Engkau ibarat rembulan di malam yang gelap di mana semua cahaya mulai meredup dan hilang dalam pandangan. Engkau bagaikan setitik sinar yang mampu menembus relung-relung mataku dan menuntun untuk menatapmu lebih dalam. Engkaulah wanita sempurna yang dikirimkan oleh Alloh untuk mendampingi hidupku, meneruskan keturunanku, dan yang pasti : engkau telah menjadi bagian tak terpisahkan dari diriku.
Dik, ini bukan sekedar kata-kata hampa tanpa makna, bukan pula kata-kata rayuan yang hanya untuk menyenangkan hatimu semata, namun semua yang kutuliskan di sini adalah ungkapan yang paling dalam dari lubuk hatiku.

Kerendahan Hati (Bagian 1)

Tanggal 26-30 Desember 2009, penulis bersama Kepala SD Wonosari I, Bapak Drs. Janurisman, dan Ibu Parni, S.Pd, mengikuti Pelatihan Program Penjaminan Mutu Pendidikan Bagi Guru, di sebuah hotel, di wilayah Umbulharjo, Yogyakarta yang dilaksanakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Daerah Istimewa Yogyakarta. Kalau saya bercerita tentang jalannya pelatihan tersebut tentu bukanlah sesuatu yang istimewa bagi pembaca, pelatihan bagi guru adalah hal yang sangat biasa. Namun ada sesuatu yang menjadi istimewa dengan adanya sebuah kejadian kecil berikut.

Mungkin karena bersamaan dengan waktu liburan, hotel penuh oleh pengunjung yang menginap. Ditambah dengan datangnya rombongan Darma Wisata, salah satu SMP dari Ciamis, Jawa Barat, sebanyak 6 bis. Suatu sore, hari ke-2 menjelang sesi malam, ketika para peserta dengan mengenakan baju batik telah bersiap-siap menuju ruang pelatihan, seorang peserta pelatihan tiba-tiba didatangi oleh salah seorang Ibu guru SMP dari Ciamis.

“Pak, ada 3 murid saya yang tidak makan nasi”, tanpa basa-basi Ibu Guru tadi langsung mencuahkan keluhannya. Mungkin dalam pikirannnya peserta pelatihan tadi adalah petugas hotel. Jawaban apa yang akan diberikan oleh peserta pelatihan terhadap keluhan Ibu guru tadi. Mungkin dalam pikiran pembaca akan sama dengan pikiran saya. Saat itu yang terlintas dalam pikiran saya, peserta pelatihan akan menjawab, “Maaf bu, saya tidak tahu”, atau “Maaf bu saya bukan petugas hotel”, atau bahkan dengan bahasa yang lebih halus peserta tadi akan menjawab, “Mohon maaf Bu karena saya bukan petugas hotel, Ibu bisa bertanya ke resepsionis yang berada di sebelah sana, Bu”

Apa yang saya pikirkan ternyata meleset 100%, peserta pelatihan tersebut dengan sangat sopan menjawab.

“Iya, bu, ada yang bisa saya bantu?”

“Begini pak, ada 3 murid saya yang tidak makan nasi”.

“O ya Bu, terima kasih, lantas apakah mereka terbiasa makan mie, kentang, atau makanan lain?”

“Semua bisa pak asal bukan nasi”, lanjut Ibu guru.

“Baik bu, nanti saya sampaikan ke menejemen hotel keluhan ibu ini, ada lagi yang bisa saya bantu bu?”

“Saya kira cukup Pak, terima kasih Pak”.

Percakapan itu usai sudah, dan peserta pelatihan bergegas menuju resepsionis, untuk menyampaikan keluhan “salah alamat” tadi. Ketika Sang Ibu Guru mengetahui bahwa dia salah menyampaikan keluhan, mendadak wajahnya memerah menahan malu.

Apa yang bisa dipetik dalam peristiwa kecil di atas?

Barangkali dalam kondisi normal dan spontan, apabila kita mengalami peristiwa di atas, akan melakukan ucapan berikut “Mohon maaf Bu, saya bukan petugas hotel” atau kalimat senada lainnya. Namun yang ditampilkan oleh peserta pelatihan yang rela “berpura-pura” sebagai petugas hotel dan melayani keluhan Ibu Guru merupakan cerminan kedewasaan diri yang tinggi. Beliau mampu menekan egonya dan menempatkan diri untuk menutupi rasa malu dan memenuhi keluhan Bu Guru.


Dapatkah anda melakukan hal ini? Pasti bisa!

Jumat, November 06, 2009

Ketika langkah pertama terayun

Ketika kaki kecil ini mengayunkan ke tapak-tapak baru
aku terhenyak
karena udara yang kuhirup terasa sangat menyegarkan
hingga tulang-tulang lelahku
kembali menggeliat
dialiri semangat yang menderu ....

1 Oktober 2009 aku benar-benar melangkahkan kaki, memasuki pintu gerbang SD Wonosari I, unjuk muka kepada Bapak Kepala Sekolah, sambil membawa secarik Surat Tugas dari UPT TK dan SD Kecamatan Wonosari.
Pagi itu adalah pagi pertama aku melangkahkan kaki ke tempat yang baru, dan meninggalkan sekolahku yang lama, SD Soka, yang telah 9 tahun aku mengabdi di sana. Ada rasa haru, bangga, bahagia, canggung, mengharu-biru bercampur jadi satu ke dalam batinku.

Namun satu keyakinan telah tertancap di dadaku, aku akan mengabdi lebih baik lagi, demi murid-muridku, generasi muda calon-calon pemimpin bangsa ....

Sekelumit kisah langkah baruku ...

Terhitung mulai tanggal 1 Oktober 2009, oleh Bapak Kepala UPT TK dan SD Kecamatan Wonosari, aku dipindahtugaskan/mutasi sementara ke SD Wonosari I. Di sisi lain ada kebanggan tersendiri ketika menerima penugasan yang baru ini, karena SD Wonosari I, adalah satu-satunya SD Rintisan Bertaraf Internasional di Gunungkidul (Lha iya to mas... gak baca UU po...? yang namanya SBI ato RSBI itu sekurang-kurangnya 1 di tiap kabupaten/kota), namun di sisi lain juga mengandung beban moral, tanggungjawab dan kerja keras yang tidak ringan.

Sebenarnya rencana mutasi ini sudah lama aku ketahui, menjelang Uji Kompetensi Program Sertifikasi Guru, secara informal Bapak Kepala UPT menawarkan formasi baru di SD-ku sekarang. Namun dengan bahasa yang halus, diriku masih bisa menolak dengan alasan masih menyelesaikan studi.

Hingga pada hari Kamis, 27 Agustus 2009, aku terlibat diskusi yang sangat menarik dengan Bapak Kepala UPT di kantor UPT TK SD, mulai dari membahas permasalahan profesionalisme guru, pendidikan secara umum, peningkatan kinerja Pendidik dan Tenaga Kependidikan, sampai pada topik-topik yang ringan dan humanis. Muara diskusi ini beliau bertanya, "Kapan Pak Eko punya waktu?". Pertanyaan ini sebenarnya kalimat terpotong, yang dapat saya tafsirkan sebagai "Kapan Pak Eko punya waktu untuk segera mutasi ke SD Wonosari I?"
Pertanyaan beliau saya jawab dengan agak diplomatis, "Sebenarnya surat penyerahan dari dekan USD sudah saya bawa Pak, kalau Bapak berkenan besok bisa saya serahkan".
"Bukan itu yang saya harapkan Pak, bukan sekedar administratif belaka, tetapi kapan Pak Eko benar-benar sudah punya waktu luang?"
Dengan mantap saya jawab, "Mulai 5 September 2009 Pak".

Cerita selengkapnya, seperti di awal tulisan ini, akupun melangkah ke SD Wonosari I, karena tanggal 28 September 2009 aku menerima penugasan di tempat yang baru .... SD RSBI Wonosari I.